Tegar Sang Pengamen

Oleh : Agus Susanto*

Sebuah iklan parfum yang saya lihat ditelevisi, biasa saja. Bercerita tentang seorang pria dewasa memakai parfum yang disemprotkan diseluruh tubuhnya. Dan pria tersebut keluar berjalan seperti pria-pria lain pada umumnya. Tidak ada yang aneh,tapi tiba-tiba berjatuhanlah dari langit “malaikat-malaikat cantik” yang seolah berlomba mengejar si pria tadi. Dan adegan itu ditutup dengan tulisan “Axe Effect”.

Fenomena seperti kejadian diatas sering kita jumpai yaitu tentang daya pikat dari sebuah produk atau daya pikat dari seseorang dengan segala sesuatu yang ada pada dirinya. Seperti potongan model rambut dari seseorang yang begitu mempesona banyak orang untuk meniru potongan model rambut idolanya. Demikian juga seperti juga beberapa waktu lalu terjadi demam Gangnam style oleh seniman Korea Psy. Demam tersebut dirasakan oleh hampir diseluruh belahan dunia, termasuk di Indonesia.

Saya tertarik mengangkat sosok anak kecil Indonesia yang beberapa bulan ini ramai terkenal menjadi buah bibir disorot disemua media di Indonesia. Siapa dia? Dia bernama Tegar, nama lengkapnya Tegar Septian, kelahiran Subang, 19 September 2001. Tidak ada yang istimewa dari Tegar. Dia anak yang lahir dari keluarga miskin, juga broken home. Sekarang Tegar ikut ayah angkatnya penjual rambutan sedangkan ayah biologisnya berprofesi seorang pengamen jalanan.

Nasib manusia memang tidak ada yang tahu.Tegar yang menjalani hidup sebagai anak jalanan, keseharian menjadi pengamen jalanan dan merasakan kerasnya kehidupan yang dilakoninya. Sejatinya anak seusia Tegar harusnya duduk dibangku sekolah, tapi Tegar memutuskan untuk keluar akibat keterpurukan ekonomi keluarga, dan Tegar pun menjadi pengamen jalanan sejak berusia 7 tahun.

Suatu saat sebuah “miracle” terjadi. Saat dia mengamen di kotanya, ada seseorang yang merekam permainan Tegar dengan gitar ukulele kecilnya dan kemudian diunduh ke situs Youtube. Dan disanalah sinar mulai nampak.Sampai saat ini tak kurang dari 4 sampai 5 juta orang sudah mengunduh video amatiran tersebut.

Hari ini Tegar bukanlah Tegar yang dulu. Hari ini Tegar sudah bisa dikatakan menjadi orang populer baru. Sudah bisa duduk sesofa dengan para penghibur papan atas Indonesia lainnya. Sebut saja Tukul Arwana mengundang Tegar untuk masuk kedalam acara “Bukan Empat Mata”. Deddy Corbuzier pun mengundang Tegar di acara “Hitam Putih”nya. Tawaran bernyanyi bersama penyanyi dan group band ternama negeri ini pun sudah dijalaninya.

Judul untuk tulisan kali ini adalah Tegar effect. Setuju atau tidak, sesuatu yang bernama effect atau demam pasti memberi suatu nilai baik postif maupun nilai negatif. Karena saya sendiri berjualan alat-alat music, saya sangat paham sekali dikalau pas ada moment tertentu, penjualan maupun sewa studio dan sekolah musik yang saya kelola selalu laris manis.

Saya sadar saat stok gitar ukulele semakin menipis, padahal setahu saya gitar ukulele itu digunakan untuk irama keroncong saja. Dan hampir tidak pernah, bahkan hampir sama sekali tidak ada lonjakan penjualan gitar ukulele. Saya buka file penjualan gitar ukulele, sebulannya paling laris cuma 6 sampai 10 buah saja. Sedangkan kalau saya dikirim gitar ukulele dari pabriknya di Baki Solo Jawa Tengah, setiap kali kirim bisa untuk stok penjualan selama setahun. Ya sekitar 120 buah atau setara dengan 10 lusin. Saya cek juga pengiriman terakhir gitar ukulele dari Baki Solo Jawa Tengah, tercatat tanggal 12 Maret 2013, berarti saya punya stok gitar ukulele bisa untuk cadangan sampai Maret tahun 2014.

Aman dan tenteram dalam pikiran saya. Beres, dan saya pun berkonsentrasi untuk barang-barang lain yang masih kurang stoknya. Namun, ketika bagian penjualan dan stok di toko merasakan peningkatan drastis permintaan gitar ukulele dan lantas memberi tahu saya untuk segera order gitar ukulele lagi. Saya tanya pada dia, ada berapa stok toko yang masih ada? Setelah dihitung sekitar 70 gitar lagi. Dan saya memberitahu untuk tidak perlu menghambur-hamburkan uang untuk stok yang masih ada. Saya berdiskusi dengan team saya, dan saya katakan paling fenomena saat habis ujian sekolah, dimana banyak permintaan yang cukup banyak dan tidak akan berlangsung lama. Itu tertanggal 25 April 2013, saat terjadi pertemuan saya dan marketing toko saya tentang gitar ukulele.

Tapi saya tersentak kaget, pasalnya cuma sekitar 10 harian dari tanggal 25 April 2013 gitar ukulele saya habis semua.”sold out!” Seketika itu juga saya coba menghubungi Baki Solo untuk order gitar ukulele, ternyata saya terlambat. Pesanan gitar ukulele di Baki Solo,bisa dilayani sampai ditangan dealer musik seperti saya setelah bulan September 2013! Gila, benar-benar gila kataku.

Masih dengan tidak percaya saya segera meluncur ke Surabaya menelusuri jalan Praban yang biasanya menjual gitar ukulele bergelantungan banyaknya. Saat saya kesana, dan menanyakan apakah ada stok gitar ukulele, saya ditertawakan keras-keras. ”Pak Agus, gitar cuk (ini sebutan mereka untuk gitar ukulele), datang jam 10 pagi, ludes jam 12 siang,” Kata Pak Jusup empunya salah satu toko disana. Saya iseng bertanya lagi,”Berapa lusin datangnya pak Jusup?” Pak Jusup menjawab 50 lusin! Antara percaya dan tidak, pikiran saya menerawang jauh, stok lima tahun bisa ludes dalam hitungan jam saja! Dan ini nyata sekali.

Mungkin Tegar sama seperti saya tidak akan menyangka bahwa apa yang Tegar bawa setiap hari, yaitu gitar ukulele yang harganya limapuluh ribuan saja. Dan saya yakin, bukan karena Tegar ingin main gitar ukulele, tapi banyak factor, seperti kalau membeli gitar dengan enam senar pasti harganya sudah diatas seratus ribu. Itu membawa efek ekonomi yang sangat luar biasa bagi pembuat gitar ukulele di Baki Solo, sampai penyalur triplek dan kayu untuk gitar, pembuat senar gitar. pembuat dreyer gitar. produsen cat dan thinner, supir ekspedisi, tukang angkat barang di bagian ekspedisi. Sampai berikutnya ke toko-toko  penyalur alat musik se Indonesia.

Belajar dari Tegar, kadang menyadarkan bahwa kita cuma bisa jadi ekor dan bukan jadi kepala. Ketika kreatifitas bertemu dengan publik melalui media macam apapun, publik akan mengikuti. Terutama jika itu dianggap tren baru, seolah mereka menemukan jalannya dan akan membangkitkan sisi lain yang tidak pernah terpikir seperti orang yang menjual nasi, teh, kopi dan kue sekedarnya kepada para pembuat ukulele di daerah Baki Solo, Jawa Tengah.

Ayo anak-anak Indonesia bangkitlah dan majulah! Jangan pasrah saat ketidaknyaman hidup ini terjadi didalam setiap sendi hidup kita. Buat terobosan-terobosan yang baru. Jadilah Tegar Tegar yang lain, yang bisa membuat dampak yang positif bagi bangsa ini. Saya yakin setiap orang masing-masing telah diberikan talenta atau bakat dari yang Maha Kuasa. Jangan tanam talentamu, buka dan pakai setiap talenta yang telah diberikan oleh Tuhan sebagai bakti bagi sesama dan Bangsa ini. Suatu saat Tuhan akan bertanya, apa yang telah kita buat untuk Dia dan sesama kita?

Buat efek yang lain yang bisa mencengangkan dunia. Pemazmur berkata,”Tuhan memberikan nyanyian baru dalam mulut kita,untuk memuji puji Allah kita, banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada Tuhan.” Buat “nyanyian-nyanyian yang baru” untuk Bangsa dan Negeri ini, sampai banyak orang melihat bahwa apa yang kita perbuat semuanya demi Kemuliaan Nama Tuhan semata. Dan pada akhirnya semua yang bernafas akan percaya kepada Tuhan Semesta Alam. Semoga bermanfaat. (*)

Agus Susanto (housemusicjember@gmail.com)

If you enjoyed this article, Get email updates (It’s Free)

Download PDF berita iniDownload ke format PDF berita ini

One thought on “Tegar Sang Pengamen

  1. Alfas Hermansyah

    Ass.
    Salam Kenal P. Agus Susanto.
    Sebuah Tulisan yang bagus & sangat menarik bagi saya.
    TEGAR adalah sebuah project untuk rekonstruksi Generasi negri ini. Semoga TEGAR selalu menjadi sesuatu yg inspiratif bagi kita semua serta melahirkan sebuah nilai-nilai yang positif di kemudian hari. untuk masa depan yang lebih baik.
    jika saya rangkum dari tulisan diatas, setidaknya TEGAR sudah membawah berkah buat pengrajin Okulele.

    Salam
    Alfas Hermansyah.
    Mng.TEGAR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Heads up! You are attempting to upload an invalid image. If saved, this image will not display with your comment.


Lihat di versi desktop
Portal News of titik 0 km


Download Versi Android
eXTReMe Tracker